SATUKAN KESERAGAMAN STANDARISASI HARGA PERALATAN CABOR

SAMARINDA-Beragamnya kebutuhan peralatan dan perlengkapan olahraga, mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur menggelar Sosialisasi Standarisasi Olahraga khususnya dalam menyusun satuan harga peralatan dan perlengkapan cabor tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Samarinda tersebut, menghadirkan pembicara dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim yakni Kasub Bid Evaluasi dan Pelaporan barang Milik Daerah, Marlina Hendriaty didampingi Thoni Chairul Anwar dan Ade Sukmawan

Kepala Dispora Kaltim, Agus Tianur dalam sambutannya diwakili Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Masturi Akbar Tapippullah, menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya Dispora agar Pengurus Cabang Olahraga khususnya yang akan bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) memiliki kepahaman yang sama dalam menyusun standar satuan harga.

“Kita mengundang 25 Cabor yang akan berlaga di Popnas, saya berharap kita memiliki kesepahaman yang sama dalam mencantumkan harga peralatan dan perlengkapan cabang olahraga, dan bukan asal dalam pengusulan harga tanpa didasari survey harga sebelumnya,” jelasnya.

Terkait lahirnya Perpres No 86 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana, Kaltim merupakan salah satu dari 10 provinsi di tanah air yang masuk dalam pembinaan DBON di seluruh Indonesia.

“Kita ingin pembinaan prestasi dilakukan secara berjenjang dan semua dapat memberikan sumbangsih atlet-atlet terbaiknya dalam mewakili Kalimantan Timur. Tentu untuk menuju itu salah satu faktor pendukung adalah peralatan dan perlengkapan cabor yang memadai dan standar,” lanjutnya

DBON secara garis besar jelasnya termuat dalam 5 tahapan, yakni bertujuan meningkatkan budaya olahraga di masyarakat. Kemudian, meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi secara nasional. Serta, dilakukan demi memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga.

Sebelumnya Ketua Panitia Penyelenggara, Robihatun, menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini agar didapat dasar penyusunan perencanaan anggaran yang diharapkan dapat mewujudkan dokumen anggaran yang efisien, efektif, dan akuntabel.

“Nantinya peserta diminta menyusun standar satuan harga yang disampaikan ke Dispora Kaltim, untuk kemudian diinput oleh operator,” jelas Rabihatun Wahidah yang juga merupakan Kasi Standarisasi Infrastruktur Dispora Kaltim itu. (ba/rdi/ppiddisporakaltim)